Data Impor Durian di Asia

Demam Durian! Inilah Importir Durian Terbesar di Asia

Durian adalah buah yang telah tercatat dan terukir lama dalam sejarah Indonesia. Pahatan buah durian ditemukan sebagai relief di permukaan dinding Candi Borobudur yang dibangun pada tahun 775-820 Masehi. Pahatan pada dinding candi tersebut menyimpan banyak cerita tentang kehidupan pada saat itu. Dijelaskan di beberapa panel kisah, durian digambarkan sebagai persembahan bagi para raja dan diperdagangkan.

Durian merupakan salah satu buah yang menjadi komoditas ekspor terbesar setelah buah mangga, manggis, nanas, rambutan dan buah naga. Berbicara tentang buah durian, bagi kebanyakan orang Indonesia, durian adalah buah surgawi yang memberikan kenikmatan tinggi. oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa buah yang paling populer di Asia Tenggara adalah buah durian yang dijuluki sebagai “Raja Buah.”

Buah durian mengandung 44 senyawa akromatik aktif sehingga memiliki bau yang sangat menyengat. Tak jarang banyak orang yang menghindari buah durian karena memiliki aroma yang kuat. Bahkan aroma buah durian ini pernah membuat sebuah gedung di Melbourne dievakuasi. Persebaran buah durian di beberapa negara yang ada di Asia Tenggara semakin besar. Durian tersebar ke arah Barat seperti di Negara Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah ini sudah dikenal di benua Asia sejak abad ke-7 Masehi. Saat ini, persebaran durian sudah sampai ke mancanegara, salah satunya adalah Negara China.

Menurut durianharvestindonesia.com perdagangan global buah Durian di dominasi oleh dua negara yaitu Thailand sebagai Negara eksportir durian terbesar di Asia, dan China sebagai Negara Importir terbesar di Asia Tenggara yang kemudian diikuti oleh Hongkong, Singapura, dan Tionghoa Taipei. Pada tahun 2019 China telah mengimpor buah durian sebanyak 604.478 Ton atau sekitar 69%. Berikut merupakan data negara impor di Asia yang sudah Goolive visualisasikan:

Data Impor Durian di Asia

Berdasarkan dari gambar diatas terlihat bahwa China merupakan Negara Importir terbesar di Asia dengan total 431.040 ton pada tahun 2018. Kemudian pada tahun 2019, naik sebesar 604.478 atau sekitar (69%). Tahun lalu, di China pada saat pameran durian tercatat lebih dari 150 ribu warga membeli durian hingga ke produk turunannya. Banyak sejumlah gerai asal negara barat pun memanfaatkan kegilaan akan durian ini, seperti restoran cepat saji.

Berdasarkan data dari perdagangan PBB, impor durian ke Negara China sudah semakin tinggi sampai 35% pertahunnya. Nilai impor tersebut mencapai lebih dari Rp.11 Triliun dan meningkat menjadi 2,4 Triliun. Hingga saat ini, baru Thailand yang dapat mengimpor buah durian ini ke China lantaran adanya persetujuan perdagangan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia juga dapat mengekspor buah-buahan terutama durian ke Negara China.

Menurut Duta Besar Republik Indonesia jika pemerintah bisa serius dalam mengembangkan produk perkebunan ini, Indonesia dapat berpeluang besar menjadi eksportir utama buah Durian ke Asia Timur. China dikenal sebagai mitra bisnis tradisional Indonesia yang cukup banyak dalam membukukan nilai perdagangan. Berdasarkan dari data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), China memiliki pangsa terbesar untuk kategori ekspor produk nonmigas Indonesia senilai US$ 10,39 miliar. Dan jumlah tersebut setara dengan 17% dari keseluruhan ekspor produk nonmigas di Indonesia selama periode yang sama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *